ISOLASI DAN UJI ANTIOKSIDAN HISPERIDIN DARI KULIT JERUK BALI (Citrus maxima Merr) SEBAGAI PENINGKAT IMUN UNTUK MENCEGAH COVID-19 DENGAN METODE DPPH.

Main Article Content

Tatiana siska wardani Utomo Kartika Endrat Mahadewi Putri Kezia Al Fajri Razid Faizur Muhammad

Abstract

Kulit buah jeruk selama ini tidak dimanfaatkan  padahal kandungan senyawa kulit jeruk yang sangatlah sangatlah bervariasi salah satu senyawa yang terdapat dalam kulit jeruk jeruk adalah hesperidin yang termasuk golongan flavanoid. Senyawa hisperidin mempunyai potensi yang lebih tinggi dibanding senyawa pada lengkuas, secang, maupun kunyit.  Hal itu dikarenakan senyawa jeruk itu dapat mengikat kuat dengan mudah pada protein target pada virus maupun sel inang sehigga dapat ditarik kesimpulan senyawa di jeruk membuat blokade yang menghambat virus dalam berkembang melakukan replikasi  dan menginfeksi sel inang Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi hisperidin dari kulit jeruk dan mengetahui nilai IC50 . Ekstraksi dilakukan dengan metode soxletasi kemudian dilakukan identifikasi hisperidin kemudian dilanjutkan uji kemurnian isolat dengan penentuan titik leleh dan dilakukan identifikasi menggunakan spektrofotometri UV dan spektrofotometri infra merahdan FT-IR. Hasil yang diperoleh dari KLT, nilai Rf dari kulit buah jeruk manis jeruk 0,83 sedangkan nilai Rf pembanding hesperidin 0,80. Hasil spektrum UV dan IR menunjukkan bahwa isolat identik dengan hesperidin baku, sedangkan untuk uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH 0,1 mM dan hitung nilai IC50. Analisis statistik digunakan uji T-Test. Hasil uji DPPH ekstrak kulit jeruk bali memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 39,77 µg/ml.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles